Sat Intelkam koordinasi dengan Ketua KSPSI Kab. Jembrana dalam rangka antisipasi gejolak tenaga kerja terkait pembayaran tunjangan hari raya keagamaan Tahun 2017.

Polda Bali - Polres Jembrana - Sat Intelkam

Dalam rangka antisipasi gejolak tenaga kerja khususnya di Kab. Jembrana terkait pembayaran tunjangan hari raya keagamaan Tahun 2017, pada hari Rabu tgl 14 Juni 2017 pukul 10.00 wita, Sat Intelkam telah melaksanakan koordinasi dengan Ketua KSPSI Kab. Jembrana An. Sukirman terkait terkait pembayaran tunjangan hari raya keagamaan Tahun 2017.

Hasil koordinasi bahwa Sukirman telah memposting di Facebook tertanggal 13 Juni 2017 terkait adanya Surat Edaran dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor : 3/2017  tanggal 31 Mei 2017 tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan Tahun 2017.

Adapun isi dari Surat Edaran tersebut sbb :
* Pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja / buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
* THR keagamaan diberikan kepada :
- Pekerja / buruh yg telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus / lebih
- Pekerja / buruh yg  mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu
* Besaran THR Keagamaan diberikan :
- Bagi pekerja / buruh yg telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan sebesar 1 bulan upah
- Bagi pekerja / buruh yg telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secar proporsional sesuai dengan perhitungan
* Bagi pekerja / buruh yg bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 bulan dihitung sbb :
- Pekerja / buruh yg telah mempunyai masa kerja 12 bulan / lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata - rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelem hari raya keagamaan
- Pekerja / buruh yg telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata" upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja

Bagi perusahan yang telah menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan , perjanjian kerja bersama atau kebiasaan lebih besar dari nilai THR Keagamaan, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja / buruh sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahan, perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan

THR Keagamaan bagi pekerja / buruh diberikan 1 kali dalam 1 tahun dan pembayarannya disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing - masing pekerja/ buruh, dimana THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. 

Sat Intelkam juga telah menghimbau agar para tenaga kerja tidak melakukan tindakan yang berlebihan yang dapat mengarah tindak pidana apabila di perusahaan tempatnya bekerja tidak sesuai dengan edaran dimaksud, dimana diselesaikan dengan mengutamakan musyawarah mufakat.

( Unit IV Sat Intelkam )