Kapolda Bali Pukul Gong 4 Kali Tandai Pembukaan Musrenbang

Polda Bali - Selaku pengemban fungsi perencanaan tingkat Polda, Biro Rena Polda Bali melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2020 di Gedung Rupatama Polda Bali, Kamis (9/7). Musrenbang kali ini mengusung tema “Polri Siap Menjaga Stabilitas Kamtibmas untuk Meningkatkan Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”.

Musrenbang Polri merupakan agenda tahunan yang wajib dilaksanakan. Namun tahun ini pelaksanaannya berbeda dengan menerapkan protokol kesehatan standar WHO dan melalui video conference atau secara virtual. Tujuannya, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. 

Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose membuka secara resmi kegiatan Musrenbang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 4 kali. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama dan Kapolres se-Bali.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, berdasarkan Musrenbang Polri yang dilaksanakan pada Rabu (3/6) lalu, Kementerian Keuangan telah menetapkan pagu indikatif Polri tahun 2021 Rp 100,5 triliun. Terdapat penurunan sebesar Rp 4,1 triliun apabila dibandingkan dengan alokasi anggaran Polri tahun 2020 sebesar Rp 104,6 triliun.

Pagu indikatif Polri tahun 2021 tersebut akan digunakan untuk mendukung kebijakan belanja pemerintah tahun 2021, yaitu kebijakan belanja pegawai, kebijakan belanja baran dan kebijakan belanja modal.  

“Menindaklanjuti hal tersebut, para Kasatker di lingkungan Polda Bali dan jajaran agar segera menyusun perencanaan dan kebutuhan pada masing-masing satuan kerjanya,” kata Kapolda.

“Kemudian khusus kepada para Kapolres agar benar-benar memberikan masukan yang aplikatif dan bermanfaat untuk perencanaan dan kebutuhan anggaran sampai tingkat Polsek,” sambungnya. 

Kapolda juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja dan loyalitas yang telah diberikan, sehingga hasil penilaian kinerja Polda Bali selama tahun 2019 dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Capaian ini dapat dijadikan momentum untuk meraih predikat terbaik dan menjadi pertimbangan pemerintah atas usulan penyesuaian tunjangan kinerja Polri menjadi 80%.

“Manfaatkan sistem perencanaan dan anggaran yang berbasis IT untuk mewujudkan good government dan good governance. Rencanakan kegiatan kepolisian untuk menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif khususnya antisipasi dampak Covid-19 dan antisipasi kegiatan tahun 2020 yang diundur ke tahun 2021,” tegas Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.