Wakapolda Bali Buka Rakor Kominda Jawa Timur, Bali dan NTB

Polda Bali - Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Komuniti Intelijen Daerah (Kominda) Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (30/8/2018). Acara yang berlangsung di Hotel Grand Santhi, Denpasar itu dilaksanakan dalam rangka menjaga situasi kondusif dalam pelaksanaan megiatan Annual Meeting IMF-World Bank 2018.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabinda Jawa Timur, Kabinda Bali, Kabinda NTB, Danrem 163/Wirastya, Kabankesbangpoldagri Bali, Jawa Timur dan NTB serta Komunitas Intelijen Daerah dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Imigrasi dan Bea Cukai.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha mengatakan, kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan, yang mana selain sebagai sarana informasi mengenai berbagai masalah yang berkembang dan mendapat perhatian, kegiatan ini juga bertujuan untuk merumuskan solusi tindak lanjut penanganan berbagai permasalahan yang timbul dan dapat mengganggu jalannya kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank 2018.

Disampaikannya, kegiatan yang akan dihadapi bersama menjelang Annual Meeting IMF-World Bank 2018 tidak hanya menyangkut keamanan Bali semata, namun membawa nama baik Indonesia dalam kanca internasional. Sehingga semua aspek baik dari segi keamanan dan kenyamanan harus yang menjadi urgensi dari seluruh anggota Polri.

Untuk itu, peran fungsi intelijen dalam hal ini sangat diharapkan guna menciptakan situasi yang kondusif, baik menjelang pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 sampai dengan berakhirnya kegiatan tersebut. “Fungsi intelijen merupakan mata dan telinga pimpinan di bidang early detection (deteksi dini) dan early warning (peringatan dini) dalam rangka mengantisipasi dan mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas khususnya dalam pelaksanaan pengamanan Annual Meeting IMF-World Bank 2018,” ungkap jenderal bintang satu di pundak ini.

Diakhir sambutannya, Wakapolda Bali mengucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara dan berharap semoga melalui Rakor ini akan mendapat hasil yang baik dan nantinya dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan pengamanan serta pencegahan konflik sosial yang terjadi pada saat pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank 2018.